RSS

Laporan Singkat Perjalanan KKL: Monumen Nasional (DKI Jakarta)

27 Des

1. Selayang Pandang Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional (Monas) merupakan salah satu destinasi pariwisata yang terkenal di Jakarta. Bahkan Monas sudah menjadi ikon Negara Indonesia di mata dunia. Pembangunan Monas dilakukan untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia yang dikenal dengan revolusi Kemerdekaan Rakyat Indonesia 17 Agustus 1945. sehingga diharapkan dapat membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme bagi generasi sekarang dan generasi masa mendatang.

Monas beralamatkan di  Jalan Silang Monas, Jakarta. Pembangunan Monas dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 namun baru diresmikan oleh Presiden Soekarno dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 juli 1975. Pembangunan ini ditaksir menghabiskan biaya 7 Milyar rupiah dan apabila dijual, lidah apinya sendiri bisa mencapai 14 juta rupiah atau 1/50 dari total biaya pembangunan tersebut.

2.   Spesifikasi Bangunan Monas

Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer. Monas memiliki beberapa bagian bangunan penting, diantaranya:

Lidah Api, kita dapat melihat bagian ini pada bagian puncak monas. Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.

Pelataran Puncak, bagian inilah yang menjadi tujuan utama para pengunjung saat mengunjungi Monas. Pelataran puncak berbentuk persegi dengan luas  11×11 m atau 121 meter persegi. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit dengan waktu tempuh 1 menit/ ruangan. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta

Pelataran Bawah
Pelataran bawah sering juga disebut bagian cawan dari monas. pelataran bawah juga berbentuk persegi dengan luas  45×45 m atau 2025 meter persegi . Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. untuk sampai pada bagian ini, kita harus menggunakan lift dan berhenti di lantai nomor 2. dari sini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah

Museum Sejarah Perjuangan Nasional
Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas berbentuk persegi yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Luas dari museum ini adalah 80×80 m atau 6400 meter persegi. museum ini terhubung langsung dengan pintu masuk Monas yang melewati lorong bawah tanah yang cukup panjang. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.

3.   Pengelolaan Monas

Pengelolaan Monas dilakukan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta (PEMDA DKI). Pengelolaan ditaksir mencapai angka 5 milyar. Untuk menyokong biaya tersebut, direncanakan tarif masuk ke Puncak monumen Nasional Jakarta dinaikkan sebesar 30 persen. Tarif masuk ke cawan bagi dewasa/umum semula Rp2.500 per orang menjadi Rp5.000/orang, mahasiswa semula Rp1.000 menjadi Rp3.000. Kemudian, tarif anak-anak/pelajar semula Rp1.000 menjadi Rp2.000, dan tarif rombongan dengan jumlah minimal 20 orang berubah menjadi minimal 30 orang diberikan keringanan 25 persen. Sementara, tarif ke puncak tugu bagi dewasa/umum semula Rp7.500 naik menjadi Rp10.000, mahasiswa dari Rp3.500 menjadi Rp5.000, dan rombongan yang tadinya minimal 20 menjadi 30 orang dengan keringanan 25 persen. Tapi, untuk tarif anak-anak/pelajar malah turun dari Rp3.500 menjadi Rp2.000.

1. Monas tampak dari belakang

2. Monas tampak dari bawah


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Desember 2011 in Laporan KKL

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: