RSS

Luas Jajaran Genjang

Mempelajari materi luas bangun datar, seperti luas jajaran genjang tentunya sangat membosankan hanya melalui modul dengan bentuk bangun datar yang itu-itu saja. nah, dengan program visual basic yang kakak sudah siapkan khusus untuk kalian seputar menghitung luas jajaran genjang, mudah-mudahan dapat memperkuat konsep yang sudah diberikan oleh bapak-ibu guru kalian di sekolah

silakan download

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Mei 2012 in media pembelajaran

 

Tag: , ,

Penjumlahan Tiga Bilangan

nah, untuk adik-adik yang setia mengikuti blog ini, siap-siap memperkuat konsep penjumlahan tiga bilangan kalian dengan media visual basic yang sudah kakak siapkan untuk kalian. formatnya sangat menarik dan tentunya menambah kecintaan kalian terhadap matematika.
silakan download

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Mei 2012 in media pembelajaran

 

Tag: , ,

mat_fun_soal-soal seru SD kelas VI

LATIHAN SOAL

MATERI: SIFAT-SIFAT OPERASI HITUNG

KELAS : VI

1. 3 + 5 = 5 + …

2. 8 + 6 = 6 + …

3. 10 + 2 = 2 + …

4. 5 + (–2) = (–2) + …

5. 3 × ( 1 × 7) = (3 × 1) × … = …

6. 4 × (2 × 9) = (4 × 2) × … = …

7. –6 × (3 × 4) = (–6 × 3) × … = …

8. –2 × (4 + 3) = (–2 × 4) + (–2 × …) = …

9. 3 × (–1 + 2) = (3 × (–1)) + (3 × …) = …

10. –4 × (4 + 5) = ( … × …) + (… × …) = …

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 April 2012 in mat_fun_soal-soal seru SD

 

Math_fun_SD kelas VI

SIFAT-SIFAT OPERASI HITUNG

Di Kelas IV dan Kelas V, kamu telah mempelajari sifat-sifat operasi hitung
pada bilangan bulat. Pelajarilah kembali sifat-sifat operasi hitung tersebut.
1. Sifat Komutatif
Seperti yang telah kamu ketahui, sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjumlahan berikut.
2 + 4 = 6
4 + 2 = 6
Jadi, 2 + 4 = 4 + 2.
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan perkalian berikut.
2 × 4 = 8
4 × 2 = 8
Jadi, 2 × 4 = 4 × 2.
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada perkalian.
Apakah sifat komutatif berlaku pada pengurangan dan pembagian?
Perhatikan contoh berikut.
a. 2 – 4 = –2 dan 4 – 2 = 2
Jadi, 2 – 4 tidak sama dengan 4 – 2, atau 2 – 4 ≠ 4 – 2.
b. 2 : 4 = 0,5 dan 4 : 2 = 2
Diperoleh bahwa 2 : 4 tidak sama dengan 4 : 2, atau 2 : 4 ≠ 4 : 2

2. Sifat Asosiatif
Pada penjumlahan dan perkalian tiga bilangan bulat berlaku sifat asosiatif
atau disebut juga sifat pengelompokan. Perhatikanlah contoh penjumlahan tiga
bilangan berikut.
(2 + 3) + 4 = 5 + 4 = 9
2 + (3 + 4) = 2 + 7 = 9
Jadi, (2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4).
Sifat seperti ini dinamakan sifat asosiatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan contoh perkalian berikut.
(2 × 3) × 4 = 6 × 4 = 24
2 × (3 × 4) = 2 × 12 = 24
Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).
Sifat ini disebut sifat asosiatif pada perkalian.

3. Sifat Distributif
Selain sifat komutatif dan sifat asosiatif, terdapat pula sifat distributif.
Sifat distributif disebut juga sifat penyebaran. Untuk lebih memahaminya,
perhatikanlah contoh berikut.
Contoh 1
Apakah 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 + 5) = 3 × 9 = 27
(3 × 4) + (3 × 5) = 12 + 15 = 27
Jadi, 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 April 2012 in math_fun_SD

 

Profil Desa Lumbung

Berbicara mengenai indahnya sawah berundak-undak di Bali, atau sejuknya angin semilir di pagi hari, atau mungkin eksotikanya hamparan hijau jamrud di sepanjang jalan yang anda lewati, anda pasti akan mengaitkannya dengan Ubud atau Tegallalang di Kabupaten Gianyar. Tapi taukah anda, ada sebuah desa di kabupaten Tabanan, Bali, memiliki pesona eksotika yang tidak kalah menawan dengan daerah-daerah agrowisata lainnya, yang ada di pulau Bali.

Ya, Desa Lumbung. Desa Lumbung merupakan salah satu desa yang berada di kawasan agraris, tepatnya di Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. Secara administratif, Desa Lumbung dibagi Menjadi 7 wilayah dusun, meliputi Dusun Dajan Sema, Dusun Delod Sema, Dusun Anom, Dusun Cepaka, Dusun Sembung, Dusun Pengereregan Kaja, serta Dusun Pengereregan Kelod. Mayoritas penduduk di Desa Lumbung bermata pencaharian sebagai petani. Desa Lumbung juga terkenal dengan struktur perekonomian yang sebagian besar mengandalkan hasil perkebunan yang dibuktikan dengan penggunaan lahan perkebunan secara optimal oleh masyarakat, seperti ceroring, rambutan, kakao, serta kelapa.

Lumbung memiliki makna yaitu tempat penyimpanan padi yang telah masak, maka tidak mengherankan jika kawasan desa ini didominasi oleh pemandangan alam berupa sawah berundak-undak (terasering) yang keindahannya tiada tara. Dengan pesona yang dipancarkan Desa Lumbung, ditambah karakterisitik alamnya yang sangat mendukung, menjadikan Desa Lumbung patut untuk anda rekomendasikan dalam berwisata alam agraria.

Desa Lumbung berada pada lokasi perbukitan dengan panorama hijau yang menghampar luas di sepanjang jalan. Sebelum mencapai lokasi ini, kita akan melalui jalan yang berliku-liku dan cukup memacu adrenalin anda, kurang lebih belasan kilometer arah utara dari simpang tiga Desa Antosari, jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Ketika memasuki jalur menuju Desa Lumbung, anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang sangat menyejukkan mata. Dari kejauhan akan nampak keteduhan dari laut Samudera Hindia, yang pastinya membuat anda semakin betah untuk melepas waktu liburan anda di Desa Lumbung. Ditambah lagi dengan panorama jingga langit ufuk barat di sore hari, memberikan kesan begitu eksotisnya alam di Desa Lumbung

Salah satu kelebihan dari Desa Lumbung adalah adanya track moto cross yang merupakan hasil swadaya pemuda di desa setempat. Untuk anda yang mempunyai hobby memacu adrenalin, sangat tepat untuk mengunjungi Desa Lumbung untuk menghabiskan waktu libur anda dengan keluarga, rekan atau pasangan.

Untuk mengobati penasaran anda, cukup dengan menumpuh waktu kurang lebih 1,5 jam dari pusat kota Denpasar, anda akan merasakan sensasi menawan alam Desa Lumbung dengan hamparan sawahnya yang berundak-undak, menambah referensi wisata alam agraria anda di Pulau Bali.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 April 2012 in KKN Lumbung

 

Tag: ,

Pemanfaatan Microsoft Excel Sebagai Media Pembelajaran Matematika


Mengoptimalkan Interaktivitas Microsoft Excel Sebagai Media Pemecahan Masalah Konsep Variabel Perhitungan Aritmatika dengan Menggunakan Spreadsheets Excel

Dewasa ini teknologi komputer telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, komputer sudah mulai digunakan dan dirasakan manfaatnya, seperti dalam bentuk tutorial maupun inovasi-inovasi bentuk pembelajaran. Di samping itu, penggunaan komputer dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika, merupakan suatu daya tarik tersendiri bagi siswa. Seperti yang kita ketahui bersama, Matematika selalu menjadi momok yang paling menakutkan bagi siswa sehingga menimbulkan keengganan untuk mengikuti proses pembelajarannya. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk Mata Pelajaran Matematika dari SD sampai dengan SMA, pemerintah telah mendorong digunakannya komputer sebagai inovasi dalam pembelajaran matematika.

Microsoft Excel menjadi salah satu aplikasi computer yang sangat berpengaruh terhadap inovasi pembelajaran matematika. Microsoft Excel merupakan perangkat lunak untuk mengolah data secara otomatis meliputi perhitungan dasar, penggunaan fungsi-fungsi, pembuatan grafik dan manajemen data. Perangkat lunak ini sangat membantu untuk menyelesaikan permasalahan administratif mulai yang paling sederhana sampai yang lebih kompleks.  Dengan fungsinya tersebut menjadikan Microsoft Excel sebagai media pembelajaran matematika yang cukup penting untuk dipelajari siswa, utamanya dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam matematika.

Ketrampilan melakukan perhitungan matematika memang tidak dapat diabaikan karena dalam menyelesaikan suatu persoalan matematika memerlukan suatu pemikiran yang sistematis. Tetapi perlu diingat bahwa matematika tidak sekedar aritmetika belaka, konsep-konsep maupun teknis perhitungan seharusnya juga dipelajari dengan terlebih dulu memberikan masalah-masalah yang terkait. Kita ketahui bersama bahwa masalah teknis perhitungan yang lebih rumit dapat dikerjakan oleh kalkulator ataupun komputer dengan program tertentu. Oleh karena itu, bagi siswa sangat penting diajarkan bagaimana menggunakan komputer untuk membantu mereka menerapkan ide-ide matematik untuk setiap situasi masalah matematik yang berbeda-beda. Dengan menggunakan komputer, siswa dapat lebih memusatkan pada pengembangan strategi pemecahan masalah secara lebih sistematis.

Program Spreadsheet Excel pada mulanya dibuat untuk banyak kepentingan, seperti laporan keuangan, membuat grafik atau histogram dari sejumlah data. Secara umum ada banyak kemampuan fasilitas program ini yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika, seperti kemampuannya menggambar grafik serta mempunyai fungsi-fungsi matematika yang cukup lengkap. Disamping kemampuannya yang sudah kita kenal (seperti dalam analisis data), program ini dapat juga digunakan untuk pemecahan masalah, di mana siswa dapat membuat suatu model matematikanya sendiri. Diasumsikan siswa telah dapat mengoperasikan dasar-dasar program spreadsheets excel, terlebih ketrampilan mengoperasikan formula dan copy formula untuk cell di bawahnya.

Berikut diberikan contoh pemecahan masalah dengan menggunakan program spreadsheet excel. Misalkan siswa SMP diberikan masalah penjualan kendaraan di desa A sebagai berikut:

Pada suatu desa A terdapat 57 kendaraan yang meliputi mobil dan sepeda motor yang telah laku terjual. Diketahui bahwa sepeda motor 23 lebih banyak dari pada mobil. Berapa banyak masing-masing jenis kendaraan tersebut ?

Dengan menggunakan program spreadsheets excel serta dengan pengetahuan mengoperasikan formula dan copy formula untuk cell di bawahnya, perhitungan pemikiran di atas dapat dikerjakan dengan perintah berikut:

  1. Misalkan kolom A digunakan untuk perhitungan mobil, kolom B untuk perhitungan sepeda motor dan kolom C digunakan untuk perhitungan jumlah keduanya. Selanjutnya untuk memberikan judul (label) kolom, pada cell A1 dituliskan “Mobil”, cell B1 ditulis “Spd Motor” dan cell C1 ditulis “Jumlah”.
  2. Kemudian pemikiran untuk “jika mobil 1 buah” sama saja mengisi cell A2 dengan bilangan 1. Pemahaman dari soal bahwa “sepeda motor 23 lebih banyak dari pada mobil” akan membawa pada pengisian cell B2 dengan formula “=A2+23” . Penggunaan kolom C sebagai jumlah mobil dan sepeda motor akan membawa pengisian cell C2 denganformula “=A2 + B2”. Perhitungan untuk jumlah mobil dengan penambahan 1 mobil dilakukan dengan mengisikan pada cell A3 dengan formula “=A2+1”. Kemudian misalkan dilakukan copy formula untuk ketiga kolom tersebut bersamaan sampai baris ke-20, sehingga diperoleh seperti dalam gambar berikut:
  3. Dalam gambar di atas nampak bahwa total 57 terjadi pada mobil dengan jumlah 17 dan sepeda motor dengan jumlah 40. Seandainya dalam copi formula sampai baris tertentu belum diperoleh jumlah seperti yang diinginkan pada soal, maka dapat dilakukan lagi untuk baris di bawahnya hingga diperoleh seperti yang diinginkan.
  4. Nilai pada kolom C diperoleh dengan menambahkan nilai pada kolam A dan B sehingga siswa dapat memahami bahwa A + B = C. Selanjutnya siswa diajak untuk memahami bahwa karena kolom B merupakan kolom A ditambah 23, yaitu bahwa B = A +23, maka A + ( A + 23 ) = C. Atau dengan penyederhanaan diperoleh bahwa 2A + 23 = C. Sementara dari soal diketahui bahwa jumlah kedua jenis kendaraan dalam lapangan parkir tersebut adalah 57, maka kita tahu bahwa 2A + 23 = 57. Dengan menyelesaikan persamaan ini akan diperoleh bahwa 2A = 34 atau A = 17. Selanjutnya B = 17 +23 = 40. Jadi dalam lapangan parkir itu ada 17 mobil dan 40 sepeda motor.
  5. Berkaitan dengan konsep variable dalam pengerjaan aritmatika, Kolom A (mobil) seperti pada pembahasan di atas dapat didiskusikan bahwa ia dapat dipandang sebagai variabel x misalnya. Nilai-nilai pada kolom A ini dapat berubah-ubah, sementara kolom B (sepeda motor) nilainya tergantung padanya. Kemudian bilangan (nilai ) 57 seperti pada soal di atas sebagai suatu kondisi atau syarat yang diberkan dari soal.

    Sebagai perbandingan, mari kita perhatikan permasalahan penjualan tiket konser seperti di bawah ini:

    Dalam suatu pertunjukkan konser, harga tiket untuk anak-anak Rp. 2.500 dan untuk dewasa Rp. 4.000. Diketahui tiket anak-anak terjual 87 lebih banyak daripada tiket dewasa. Berapa banyak masing-masing jenis tiket yang terjual, jika diketahui diketahui hasil total penjualan tiket Rp. 367.000 ?

    Pemecahannya dengan menggunakan program spreadsheet excel hampir sama dengan masalah lapangan parkir. Hanya yang perlu diperhatikan bahwa kolom C bukan merupakan total jumlah orang dewasa dan anak-anak, melainkan total jumlah uang penjualan tiket dewasa dan anak-anak. Sehingga pada kolom C, misalkan untuk cell C2 berisi formula: “ = 4000*A2 + 2500*B2” sehingga kita peroleh gambar sebagai berikut:

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Februari 2012 in media pembelajaran

 

Media Karikatur

Penggunaan Media Karikatur

Dalam Rangka Meningkatkan Keterampilan Berpikir Siswa

1. Pengertian Media Pembelajaran Karikatur

Media pembelajaran karikatur adalah media pembelajaran dalam bentuk gambar yang bermuatan humor dengan obyek manusia atau benda yang digambarkan dengan pemiuhan tubuh atau wajah serta mengandung suatu makna tertentu bagi pembaca. Kondisi serta pengkondisian siswa yang dilakukan oleh guru menjadi salah satu syarat terciptanya kegiatan belajar dan mengajar yang kondusif. Media karikatur menjadi salah satu alternatif pilihan sebagai media pembelajaran tersebut.

2. Klasifikasi Media Pembelajaran Karikatur

Media pembelajaran dengan karikatur merupakan salah satu jenis media pembelajaran visual karena karikatur merupakan media yang dapat diamati oleh indera penglihatan, atau dapat dilihat, dipandang, diperhatikan, disimak oleh siswa dengan baik.

3. Fungsi Media Pembelajaran Karikatur

Karikatur berfungsi menyampaikan pesan dan pelajaran dengan bingkai kemasan yang menarik sehingga mampu menarik perhatian siswa untuk membacanya. Ketika siswa melihat gambar karikatur tersebut, maka siswa akan berusaha menangkap isi pesan serta pelajaran yang terkandung di dalam karikatur tersebut. Terlepas dari sampai atau tidaknya pesan tersebut, namun umumnya karikatur mampu menarik perhatian sebagian besar siswa. Hal inilah yang menjadi modal dasar guru sebelum menyampaikan pelajaran yang lebih kompleks. Selain itu karikatur juga memiliki tujuan sebagai hiburan bagi siswa yang lelah terhadap materi pelajaran, di samping fungsinya sebagai media pembelajaran bagi siswa.

4. Manfaat Media Pembelajaran Karikatur

Adapun beberapa manfaat media pembelajaran dengan karikatur adalah sebagai berikut:

  1. Menarik minat siswa hingga dapat meningkatkan minat belajar.
  2. Lebih memperjelas makna bahan pelajaran sehingga lebih mudah dipahami dan memungkinkan siswa dapat menguasai tujuan pembelajaran dengan baik.
  3. Membuat variasi metode mengajar sehingga tidak semata-mata komunikasi verbal antara guru dan siswa. Dengan demikian siswa tidak akan bosan dengan gaya mengajar guru yang itu-itu saja.
  4. Lebih memperbanyak siswa melakukan kegiatan belajar, karena selain dari penjelasan guru, siswa juga mengamati serta memikirkan masalah dan pesan yang terkandung dalam karikatur tersebut.
  5. Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasilnya yang berkenaan dengan daya pikir siswa.

5. Contoh Gambar Media Pembelajaran Karikatur

Berikut ini disajikan contoh gambar media pembelajaran dengan karikatur:

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Februari 2012 in media pembelajaran